Contoh Kasus (1) Memotong Piutang dengan Deposit (2) Melunasi Hutang Usaha dengan Hutang Pihak Ketiga

CONTOH KASUS 1 : Memotong piutang dengan deposit

Salah satu Customer yang saya temui beberapa bulan lalu di Bandung mempunyai keunikan dalam pencatatan transaksi. Customer tersebut adalah Online Shop yang menjual pakaian fashion muslim dengan sistem distribusi keagenan dan level discount. Setiap Agen membeli produk dengan menyerahkan Deposit/Uang Muka. Kemudian atas setiap barang yang dibeli, akan dipotong ke Deposit tersebut.

Masalahnya, di ACCURATE pada penerimaan piutang, lawan dari Piutang tidak dapat memilih Akun selain Tipe Cash/Bank. Dimana Akun Deposit adalah Akun dari sisi Kewajiban (Passiva).

Nah, solusinya bagaimana akan saya jabarkan,  yuk kita simak.

– Pertama, buatlah Akun bernama/untuk Deposit dengan tipe ACCOUNT PAYABLE
– Saat ingin melakukan potongan piutang ke deposit lakukan hal ini

  • Pilih dari menu , SALES | SALES RECEIPT
  • Pilih nama Customer/Pelanggan
  • Abaikan saja apa yang muncul di field Bank
  • Centang invoice yang ingin dipotong (Boleh lebih dari 1)
    Pada baris invoice yang dicentang, klik kanan sehingga muncul pilihan DISCOUNT/WRITE-OFF INFO
  • Pada field DISCOUNT AMOUNT isikan dengan nilai invoice. Untuk invoice yang dicentang lebih dari 1, boleh diisi per masing-masing invoice. Atau dengan perwakilan satu invoice mengisi nilai total invoice.
  • Pada field DISCOUNT ACCOUNT, pilih akun Deposit
  • Klik Ok
  • Klik tombol bergambar Kalkulator, pastikan nilainya 0. Lalu Save & Close

–  Maka jurnal yang terbentuk dengan pencatatan seperti ini adalah Akun Deposit pada Piutang. Akun Bank tidak akan muncul jika Cheque Amount sudah kita pastikan bernilai 0

Note : Seberapa detil Anda menginginkan Akun Deposit Anda, tinggal di create saja di Chart of ACCOUNT. Anda ingin satu customer deposit, satu akun, silahkan saja.

Sedangkan pada saat penerimaan Deposit, buatkah Jurnal Voucher (JV) yaitu Akun Bank pada Akun Deposit. Anda akan diminta mengisi field Subsidiary Ledger.

CONTOH KASUS 2 : Membayar hutang dengan hutang

Berbeda dengan kasus Online shop di atas, ada satu kasus yang memiliki penerapan yang sama.

Customer saya ini adalah salah satu cabang dari sebuah perusahaan di bidang Perkapalan, sebutlah cabang. Ada kalanya untuk membayar hutang usaha, Cabang meminjam dari Pusat senilai dari Hutang tersebut.

Masalahnya, di ACCURATE pada pembayaran hutang, lawan dari Hutang tidak dapat memilih Akun selain Tipe Cash/Bank. Dimana Hutang ke Pusat adalah Akun dari sisi Kewajiban (Passiva)

Nah, solusinya bagaimana akan saya jabarkan,  yuk kita simak.

– Pertama, buatlah Akun untuk Hutang Inter Company dengan tipe OTHER CURRENT  LIABILITY / LONG TERM LIABILITY

– Saat ingin melakukan pelunasan hutang menjadi hutang ke kantor pusat, lakukan hal ini

  • Pilih dari menu , PURCHASE | PURCHASE PAYMENT
  • Pilih nama Vendor/Pemasok
  • Abaikan saja apa yang muncul di field Bank
  • Centang invoice yang ingin dilunasi (Boleh lebih dari 1)
  • Pada baris invoice yang dicentang, klik kanan sehingga muncul pilihan DISCOUNT/WRITE-OFF INFO
  • Pada field DISCOUNT AMOUNT isikan dengan nilai invoice. Untuk invoice yang dicentang lebih dari 1, boleh diisi per masing-masing invoice. Atau dengan perwakilan satu invoice mengisi nilai total invoice.
  • Pada field DISCOUNT ACCOUNT, pilih akun Hutang Inter Company
  • Klik Ok
  • Pada field Cheque Amount pastikan nilainya 0. Lalu Save & Close

– Maka jurnal yang terbentuk dengan pencatatan seperti ini adalah Akun Hutang Usaha pada Hutang Inter Company. Akun Bank tidak akan muncul jika Cheque Amount sudah kita pastikan bernilai 0

Note : Pada kasus ini, dari Cabang tidak mengeluarkan uang di Bank untuk melakukan pelunasan hutang. Seandainya, Pusat terlebih dahulu mentransfer ke rekening Cabang (Buat Jurnal Voucher yaitu Akun Bank pada Akun Hutang Inter Company) — untuk kemudian Cabang melunasi hutang, maka tidak perlu menggunakan Discount info tapi langgung memilih nama Bank saja.

CARA MELIHAT JURNAL YANG TERBENTUK PADA TRANSAKSI YANG DIBUAT

Contoh jurnal yang terbentuk untuk kasus nomor 2 di atas.

>        Bukalah layar Purchase Payment pada transaksi pelunasan yang Anda telah buat, klik tombol berbentuk 2 buku berwarna hijau.

>        Maka muncul tampilan report TRANSACTION JURNAL , seperti contoh berikut :

 

Apabila gambar tidak muncul, silahkan download selengkapnya, klik di sini.

 

 

 

 

Mudahnya Mengontrol A/R

Mudahnya Mengontrol A/R

Control A/R penting dilakukan oleh setiap perusahaan.
Pernahkan Anda menerima pembayaran dan tidak mengenali siapa pengirimnya? Atau pernahkah Anda melakukan crosscek piutang Anda terhadap Customer Anda? Atau pernahkah Anda berharap Customer Anda dapat menginformasikan pembayaran yang akan dijalankan?

Apabila jawaban Anda iya, berarti Anda sudah merasakan pentingnya control A/R. Selain untuk crosscek dan mendapatkan konfirmasi piutang, control A/R dapat membantu perusahaan menilai/memberi raport Customer Anda. Customer mana yang boleh Anda tambahkan limit piutangnya, customer mana yang boleh Anda tambahkan lama jatuh temponya, dll.

ACCURATE Accounting memiliki fitur untuk mencetak Form Confirmation A/R.

1. Klik menu Report | Index of Report | Audit Report | Confirmation of A/R
2. Pilih nama Creditur (customer yang mendapat tempo)
3. Pilih per tanggal berapa piutang
4. Klik OK

Untuk lampiran Rincian A/R
1. Klik menu List | Sales | Sales Invoice
2. Pada filter, pilih nama Customer, pilih periode piutang
3. Klik tombol Refresh, lalu tombol Print

File dapat di save as PDF / JPG untuk attachment email.

Sebagai Feedback/Jawaban, mintalah Customer Anda untuk menandatangani Surat Konfirmasi tersebut, atau membuat surat pernyataan berkop surat.

Memulai dengan Database

Seri 2 dari Beginning Series – Pendalaman ACCURATE

Langkah selanjutnya, setelah Anda selesai menginstall program ACCURATE adalah membuat database. Tambahan juga pada artikel ini cara meregistrasi/migrasi lisensi dan import from file EXCEL. 

Baca selengkapnya panduan membuat database …

Install ACCURATE Software

Seri 1 dari Beginning Series – Pendalaman ACCURATE

Satu-satunya cara mengetahui dan mengenal ACCURATE adalah menggunakan ACCURATE.
Oleh karenanya pada awal artikel akan dibahas cara install ACCURATE. 
Lama pengerjaan : 1-2 menit per komputer. Cepat kan?!

Baca selengkapnya panduan install …

Seri Pendalaman ACCURATE

Sahabat ACCURATE yang baik,

Artikel ini ditulis untuk memberikan gambaran dan penjelasan dalam mengenal dan menguasai ACCURATE Software. Tulisan ini didedikasikan kepada pemula agar memahami tahapan-tahapan memaksimalkan fitur ACCURATE untuk mendapatkan informasi paling mendasar dan paling powerful untuk usahanya.

BEGINNING SERIES

Seri 1 : Meng-install program ACCURATE

Seri 2 : Memulai dengan database

Seri 3 : Laporan Keuangan, Laporan Penjualan, Laporan Stok

INTERMEDIATE SERIES

Seri 4 : Mengatur Form Template

Seri 5 : Membuat Modify Report yang powerful

Seri 6 : Upgrade Minor dan Mayor

ADVANCE SERIES

Seri 7 : Konsolidasi

Perlu diketahui, bahwa ACCURATE telah memberikan buku panduan/Manual Book pada saat pembelian Box.

Selain itu ada juga buku-buku ACCURATE yang dijual di toko buku online (baca : bookoopedia.com) yang berjudul : MASTERING ACCURATE 4, MASTERING ACCURATE 4 LANJUTAN, DESIGN FORM TEMPLATE, dll yang berisi cara penggunaan dan penginputan ACCURATE dan memaksimalkan fitur ACCURATE. Penulis sangat merekomendasikan buku ini karena sangat membantu untuk mengenal ACCURATE secara urut dan mudah dicerna.

Selain itu adapula blospot http://www.solutioncenter.wordpress.com yang mendokumentasikan problem solving bagian Support Center ACCURATE. Banyak panduan praktis pada blogspot ini yang sangat bermanfaat.

Adapun tulisan ini ditulis untuk melengkapi bacaan tersebut diatas dan menjadi keinginan penulis menjembatani pemula ACCURATE hingga menjadi mahir.

Metode Pencatatan Transaksi

Konsep (Metode) Pencatatan Akuntansi

  1. Cash Basis

Acrual Basis merupakan salah satu konsep yang sangat penting dalam akuntansi, dimana Pencatatan basis kas adalah teknik pencatatan ketika transaksi terjadi dimana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan. Dengan kata lain Akuntansi  Cash Basis adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan.

Cash Basis akan mencatat kegiatan keuangan saat kas atau uang telah diterima misalkan perusahaan menjual produknya akan tetapi uang pembayaran belum diterima maka pencatatan pendapatan penjualan produk tersebut tidak dilakukan, jika kas telah diterima maka transaksi tersebut baru akan dicatat seperti halnya dengan “dasar akrual” hal ini berlaku untuk semua transaksi yang dilakukan, kedua teknik tersebut akan sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan, jika menggunakan dasar akrual maka penjualan produk perusahaan yang dilakukan secara kredit akan menambah piutang dagang sehingga berpengaruh pada besarnya piutang dagang sebaliknya jika yang di pakai cash basis maka piutang dagang akan dilaporkan lebih rendah dari yang sebenarnya terjadi. Cash Basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu :

1)Pengakuan Pendapatan :

Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah pada saat perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam konsep cash basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih. Makanya dalam cash basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.

2)Pengakuan Biaya :

Pengakuan biaya, pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran secara kas. Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya sudah diakui pada saat itu juga. Untuk usaha-usaha tertentu masih lebih menggunakan cash basis ketimbang accrual basis, contoh : usaha relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis).

Disamping itu, pencatatan akuntansi dengan metode cash basis juga mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan yaitu sebagai berikut :

1)Keunggulan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis

a)Metode Cash basis digunakan untuk pencatatan pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan.
b)Beban/biaya belum diakui sampai adanya pembayaran secara kas walaupun beban telah terjadi, sehingga tidak menyebabkan pengurangan dalam penghitungan pendapatan.
c)Pendapatan diakui pada saat diterimanya kas,sehingga benar-benar mencerminkan posisi yang sebenanya.
d)Penerimaan kas biasanya diakui sebagai pendapatan.
e)Laporan Keuangan yang disajikan memperlihatkan posisi keuangan yang ada pada saat laporan tersebut.
f)Tidak perlunya suatu perusahaan untuk membuat pencadangan untuk kas yang belum tertagih.

2)Kelemahan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis

a)Metode Cash basis tidak mencerminkan besarnya kas yang tersedia.
b)Akan dapat menurunkan perhitungan pendapatan bank, karena adanya pengakuan pendapatan sampai diterimanya uang kas.
c)Adanya penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
d)Biasanya dipakai oleh perusahaan yang usahanya relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis).
e)Setiap pengeluaran kas diakui sebagai beban.
f)Sulit dalam melakukan transaksi yang tertunda pembayarannya, karena pencatatan diakui pada saat kas masuk atau keluar.
g)Sulit bagi manajemen untuk menentukan suatu kebijakan kedepannya karena selalu berpatokan kepada kas.

  1. Accrual Basis

Basis Akrual (Accrual Basis) Teknik basis akrual memiliki fitur pencatatan dimana transaksi sudah dapat dicatat karena transaksi tersebut memiliki implikasi uang masuk atau keluar di masa depan. Transaksi dicatat pada saat terjadinya walaupun uang belum benar – benar diterima atau dikeluarkan.

Dengan kata lain basis akrual digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana. Jadi Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.

Cash Basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu:

1)Pengakuan pendapatan :

Saat pengakuan pendapatan pada accrual basis adalah pada saat perusahaan mempunyai hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep accrual basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan kas benar-benar diterima. Makanya dalam accrual basis kemudian muncul adanya estimasi piutang tak tertagih, sebab penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.

2)Pengakuan biaya :

Pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi. Sehingga dengan kata lain, pada saat kewajiban membayar sudah terjadi, maka titik ini dapat dianggap sebagai starting point munculnya biaya meskipun biaya tersebut belum dibayar. Dalam era bisnis dewasa ini, perusahaan selalu dituntut untuk senantiasa menggunakan konsep accrual basis ini.

Disamping itu, pencatatan akuntansi dengan metode cash basis juga mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan yaitu sebagai berikut :

1) Keunggulan Pencatatan Akuntansi Secara Accrual Basis

a)Metode accrual basis digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana.
b)Beban diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang diberikan lebih handal dan terpercaya.
c)Pendapatan  diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang diberikan lebih handal dan terpecaya walaupun kas belum diterima.
d)Banyak digunakan oleh perusahan-perusahana besar (sesuai dengan Ketentuan Standar Akuntansi Keuangan dimana mengharuskan suatu perusahaan untuk menggunakan basis akural).
e)Piutang yang tidak tertagih tidak akan dihapus secara langsung tetapi akan dihitung kedalam estimasi piutang tak tertagih.
f)Setiap penerimaan dan pembayaran akan dicatat kedalam masing-masing akun sesuai dengan transaksi yang terjadi.
g)Adanya peningkatan pendapatan perusahaan karena kas yang belum diterima dapat diakui sebagai pendapatan.
h)Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai pedoman manajemen dalam menentukan kebijakan perusahaan kedepanya.
i)Adanya pembentukan pencandangan untuk kas yang tidak tertagih, sehingga dapat mengurangi risiko kerugian.

2) Kelemahan Pencatatan Akuntansi Secara Accrual Basis

a)Metode aacrual basis digunakan untuk pencatatan.
b)Biaya yang belum dibayarkan secara kas, akan dicatat efektif sebagai biaya sehingga dapat mengurangi pendapatan perusahaan.
c)Adanya resiko pendapatan yang tak tertagih sehingga dapat membuat mengurangi pendapatan perusahaan.
d)Dengan adanya pembentukan cadangan akan dapat mengurangi pendapatan perusahaan.
e)Perusahaan tidak mempunyai perkiraan yang tepat kapan kas yang belum dibayarkan oleh pihak lain dapat diterima.

Baca juga Sistem Pencatatan Persediaan

Akuntansi adalah

AKUNTANSI ADALAH

Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan.

Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”. Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini – yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya – mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

2.Siklus Akuntansi

Laporan keuangan yang akurat dapat dihasilkan hanya jika hasil kejadian dan aktivitas bisnis dicatat dengan baik. Kejadian-kejadian tertentu, yang dikenal dengan istilah transaksi, melibatkan pemindahan dan pertukaran barang atau jasa antara dua entitas atau lebih. Contoh transaksi bisnis antara lain pembelian barang dagang atau aktiva lain kepada pelanggan. Disamping transaksi, suatu kejadian juga dapat mempengaruhi aktiva, kewajiban, dan modal dari suatu usaha yang juga harus dicatat. Misalnya pengakuan atas penyusutan aktiva tetap, penurunan nilai pasar persediaan dan investasi, kerugian akibat banjir dan lain-lain.

 Baca juga Konsep (Metode) Pencatatan AKUNTANSI

Baca juga Sistem Pencatatan Persediaan

Teknologi Penggunaan Barcode

Penggunaan Teknologi Barcode

Pada saat ini teknologi di dunia sudah berkembang semakin pesat. Disemua bidang pekerjaan telah dikembangkan berbagai macam teknologi yang dapat mempermudah kerja manusia. Baik dalam bidang edukasi, farmasi, perdagangan, dan lainnya. Dalam bidang perdagangan sendiri berbagai macam teknologi telah diciptakan oleh manusia untuk memperlancar kegiatan perdagangan. Salah satunya adalah Penggunaan Teknologi Barcode dalam bidang perdagangan yaitu untuk mencatat setiap barang pada setiap transaksi yang dilakukan. Dibawah ini saya akan menjelaskan sedikit pengetahuan seputar Barcode, beserta kegunaannya dalam bidang perdagangan.

question Definisi Barcode

Barcode atau kode batang adalah sekumpulan data yang digambarkan dengan garis dan jarak spasi (ruang). Barcode menggunakan urutan garis batang vertikal dan jarak antar garis untuk mewakili angka atau simbol lainnya. Dengan demikian, setiap ketebalan garis batang dan jarak antara garis saru dengan yang lain selalu berbeda sesuai dengan isi data yang dikandung oleh kode batang atau barcode tersebut.

Terdapat beberapa standar kode dalam barcode sesuai dengan kegunaan dan tujuan pemakaian barcode, seperti pada daftar berikut :

1. Uniform Product Code (UPC) : untuk checkout penjualan, persediaan, dan sebagainya pada toko retail.
2. Code 39 (Code 3 of 9) : identifikasi, inventarisasi, dan pengiriman pelacakan.
3. POSTNET : kode pos encoding di US mail.
4. European Article Number (EAN) : sebuah superset dari UPC yang memungkinkan digit ekstra untuk identifikasi negara.
5. Japanese Article Number (JAN) : serupa dengan EAN, digunakan di Jepang.
6. Bookland : berdasarkan nomor ISBN dan digunakan pada sampul buku.
7. ISSN bar code : berdasarkan nomor ISSN, digunakan pada majalah di luar AS.
8. Code 128 : digunakan dalam preferensi untuk Code 39 karena lebih kompak.
9. Interleaved 2 of 5 : digunakan dalam industri pelayaran dan gudang.
10. Codabar : digunakan oleh Federal Express, di perpustakaan dan bank darah.
11. MICR (Magnetic Ink Character Recognition) : sebuah font khusus yang digunakan untuk nomor di bagian bawah cek bank.
12. OCR-A : format pengenalan karakter optik yang digunakan pada sampul buku, untuk nomor ISBN agar bisa dibaca oleh manusia.
13. OCR-B : digunakan untuk mempermudah pembacaan barcode versi UPC, EAN, JAN, Bookland, dan ISSN dan Code 39.
14. Maxicode : digunakan oleh United Parcel Service.
15. PDF417 : suatu jenis barcode 2-D baru yang dapat encode sampai 1108 byte informasi; dapat terkompresi seperti pada sebuah portabel file data (PDF).

question Sejarah Penggunaan Barcode

Tanpa barcode, dahulu kasir menginput keterangan barang dari transaksi penjualan di komputer dengan bantuan nama barang. Penggunaan nama barang memang dirasa lebih memperkecil kemungkinan kesalahan. Namun kerugiannya, kasir akan mengetikkan lebih banyak karakter sehingga waktu yang digunakan untuk meng-entry barang lebih lama.

Kemudian digunakanlah sistem pengkodean, dimana setiap barang dikodekan dalam sejumlah digit angka. Misalnya produk A mempunyai kode 00001, produk B mempunyai kode 00002, dan seterusnya. Hal ini mempercepat waktu pelayanan dibandingkan menggunakan nama barang. Kerugiannya adalah kesalahan 1 digit saja, akan menyebabkan kesalahan data. Sebagai contoh, kasir melakukan penjualan barang A. Saat memasukkan di komputer, seharusnya kasir memasukkan kode 00001. Namun karena suatu kelalaian yang dia masukkan adalah 00002.

exclaim Bisa dibayangkan terjadi kesalahan yang menyebabkan :

1. Pembeli dirugikan jika ternyata harga produk A sebenarnya lebih murah daripada produk B. Atau bisa-bisa perusahaan yang dirugikan jika terjadi sebaliknya.

2. Stok menjadi salah. Secara komputer, baik produk A maupun produk B akan mengalami selisih antara stok di komputer dan stok fisik.

question Sejarah Barcode

Perkembangan barcode sendiri dimulai dari tahun 1932, saat Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di sebuah perusahaan retail yang kemudian diikuti oleh perusahaan industri. Pada tahun 1948 sampai 1949 Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland mengembangkan teknologi barcode ini menjadi lebih baik. Sampai akhirnya di tahun 1952, mereka mendapatkan hak paten dari hasil penelitian tersebut. Penggunaan barcode untuk keperluan komersial dimulai sejak tahun 1966.

Gambar Barcode

Untuk membaca barcode ini diperlukan sebuah alat pembaca barcode atau barcode scanner dengan menggunakan sinar laser yang sensitif terhadap refleksi dari ketebalan garis, jarak atau ruang antar baris dan variasi lainnya. Data tersebut dibaca oleh barcode scanner yang kemudian ditranfer ke komputer untuk diolah lalu ditampilkan sebagai data yang terbaca oleh manusia.

Pada awalnya pembaca kode batang yaitu scanner atau pemindai dirancang dengan mengandalkan cahaya yang tetap dan satu photosensor yang secara manual digosokkan pada kode batang.

question Perkembangan Barcode Scanner

Barcode Scanner adalah salah satu perangkat penting yang digunakan untuk memindai/menscan kode dari barcode itu sendiri. Bentuk dari Barcode Scanner sendiri bermacam-macam tergantung dari kebutuhan penggunaannya.

Gambar Barcode Scanner

Dewasa ini, manusia telah mengembangkan suatu teknologi baru. Dimana kita bisa menggunakan ponsel kita sebagai Barcode Scanner untuk memindai kode. Akan tetapi kegunaannya sendiri masih terbatas pada OS Android, sedangkan untuk OS lainnya belum ada yang bisa memfungsikan Barcode Scanner.

Gambar Barcode Scanner Dalam Ponsel Android

Penggunaanya pun cukup mudah. Pertama, jalankan aplikasi Android Barcode Scanner, dan camera ponsel saat itu akan aktif dengan segera. Kemudian, dekatkan camera dengan salah satu produk (Atau box dari produk) yang memiliki barcode, maka dengan sendirinya camera akan mendeteksi kode produk. Atur jarak camera dengan produk sedemikian rupa sehingga barcode bisa terdeteksi dengan baik.

idea Keuntungan Penggunaan Barcode

1. Proses Input Data lebih cepat, karena : Barcode Scanner dapat membaca/merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.
2. Proses Input Data lebih tepat, karena : Teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
3. Penelusuran informasi data lebih akurat karena teknologi barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi.
4. Mengurangi biaya, karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang.
5. Peningkatan Kinerja Manajemen, karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.
6. Memiliki nilai tawar lebih tinggi/prestise serta kemampuan bersaing dengan saingan/kompetitor akan lebih terjaga.

Membulatkan Keatas atau Kebawah tampilan Preview

Berikut langkah-langkah membulatkan keatas atau kebawah(Nilai berapapun di belakang koma) suatu nilai Variable di tampilan preview transaksi :

  1. Dari menu Setup | Form Template, edit template yang dimaksud, kemudian klik Designer
  2. Selanjutnya double klik pada variabel yang tampilannya akan dibulatkan keatas atau kebawah. Contoh variable [Invoice Amount] yang kita double klik.
  3. Akan tampil Text Editor, silahkan edit variable tsb menjadi sbb :
  • Untuk membulatkan KEATAS, rubah menjadi,

[ ROUND( [Invoice Amount] + 0.4999 )]

  • Untuk membulatkan KEBAWAH, rubah menjadi,

[ INT( [Invoice Amount] ) ]

Klik tanda cawang/OK, lalu Save Designer dan silahkan preview hasilnya.

Catatan :

  • Untuk variable lain yang ingin dibulatkan, kita bisa menggunakan langkah yang sama. Cukup ganti variable Invoice Amount dari contoh diatas menggunakan variable yang akan dibulatkan.
  • Pembulatan di tampilan preview diatas, Tidak mempengaruhi jurnal yang dihasilkan transaksi tsb. Yang dilakukan diatas hanya memodifikasi tampilan preview.

(Available for v3 & v4)

Menampilkan No Telepon dan No Fax Perusahaan di Purchase Order

Berikut ini langkah-langkah menampilkan informasi No. Fax dan No. Telepon perusahaan yang ada di Setup | Company Info, di PreviewPurchase Order :

  1. Dari menu Setup | Form Template, double klik nama rancangan PO yang ingin ditambahkan No Telp dan No Fax Perusahaan, lalu klik button Design as FRF
  2. Ditampilan Designer tsb ke menu File | Data Dictionary silahkan klik sekali pada folder Company, lalu klik Icon New Variable
  3. Silahkan tentukan nama variable baru tsb, dengan mengganti New Variable misal menjadi  FAXNO.
  4. Sambil pointer masih menunuk ke FAXNO, pada bagian Values yang ada disebelah kanan, pilih DialogForm.qryCompany, lalu pada bagian variable di bawahnya pilih ke FAXNO.
  5. Untuk No Telepon juga sama, buat New Variable di folder Company, tentukan nama variable baru tsb misalkan PHONE NO.
  6. Selanjutnya pada bagian Values pilih DialogForm.qryCompany, lalu untuk variable di bawahnya pilih ke PHONENO.
  7. Save Rancangan Anda, setelah itu keluar dari Design as FRF.
  8. Klik tombol Designer, lalu pilih Insert Rectangle Object atau edit Memo yang ingin ditambahkan informasi No Tlp dan No Fax, letakkan dimana mau No Telp dan Fax tadi mau ditampilkan.
  9. Maka akan keluar Text Editor, klik button Insert Expression | Variable | Company, kemudian pilih variable FAXNO dan PHONENO, jika ingin menampilkan keduanya. Atau silakan di Text Editor tsb langsung saja di isi kan dengan [FAXNO] untuk nomor Fax dan [PHONENO] untuk menampilkan nomor telepon.
  10. Save Designer, dan silahkan preview PO dengan template yang sudah kita tambahkan No Telp dan Fax perusahaan.

(Available For v4)