Teknologi Penggunaan Barcode

Penggunaan Teknologi Barcode

Pada saat ini teknologi di dunia sudah berkembang semakin pesat. Disemua bidang pekerjaan telah dikembangkan berbagai macam teknologi yang dapat mempermudah kerja manusia. Baik dalam bidang edukasi, farmasi, perdagangan, dan lainnya. Dalam bidang perdagangan sendiri berbagai macam teknologi telah diciptakan oleh manusia untuk memperlancar kegiatan perdagangan. Salah satunya adalah Penggunaan Teknologi Barcode dalam bidang perdagangan yaitu untuk mencatat setiap barang pada setiap transaksi yang dilakukan. Dibawah ini saya akan menjelaskan sedikit pengetahuan seputar Barcode, beserta kegunaannya dalam bidang perdagangan.

question Definisi Barcode

Barcode atau kode batang adalah sekumpulan data yang digambarkan dengan garis dan jarak spasi (ruang). Barcode menggunakan urutan garis batang vertikal dan jarak antar garis untuk mewakili angka atau simbol lainnya. Dengan demikian, setiap ketebalan garis batang dan jarak antara garis saru dengan yang lain selalu berbeda sesuai dengan isi data yang dikandung oleh kode batang atau barcode tersebut.

Terdapat beberapa standar kode dalam barcode sesuai dengan kegunaan dan tujuan pemakaian barcode, seperti pada daftar berikut :

1. Uniform Product Code (UPC) : untuk checkout penjualan, persediaan, dan sebagainya pada toko retail.
2. Code 39 (Code 3 of 9) : identifikasi, inventarisasi, dan pengiriman pelacakan.
3. POSTNET : kode pos encoding di US mail.
4. European Article Number (EAN) : sebuah superset dari UPC yang memungkinkan digit ekstra untuk identifikasi negara.
5. Japanese Article Number (JAN) : serupa dengan EAN, digunakan di Jepang.
6. Bookland : berdasarkan nomor ISBN dan digunakan pada sampul buku.
7. ISSN bar code : berdasarkan nomor ISSN, digunakan pada majalah di luar AS.
8. Code 128 : digunakan dalam preferensi untuk Code 39 karena lebih kompak.
9. Interleaved 2 of 5 : digunakan dalam industri pelayaran dan gudang.
10. Codabar : digunakan oleh Federal Express, di perpustakaan dan bank darah.
11. MICR (Magnetic Ink Character Recognition) : sebuah font khusus yang digunakan untuk nomor di bagian bawah cek bank.
12. OCR-A : format pengenalan karakter optik yang digunakan pada sampul buku, untuk nomor ISBN agar bisa dibaca oleh manusia.
13. OCR-B : digunakan untuk mempermudah pembacaan barcode versi UPC, EAN, JAN, Bookland, dan ISSN dan Code 39.
14. Maxicode : digunakan oleh United Parcel Service.
15. PDF417 : suatu jenis barcode 2-D baru yang dapat encode sampai 1108 byte informasi; dapat terkompresi seperti pada sebuah portabel file data (PDF).

question Sejarah Penggunaan Barcode

Tanpa barcode, dahulu kasir menginput keterangan barang dari transaksi penjualan di komputer dengan bantuan nama barang. Penggunaan nama barang memang dirasa lebih memperkecil kemungkinan kesalahan. Namun kerugiannya, kasir akan mengetikkan lebih banyak karakter sehingga waktu yang digunakan untuk meng-entry barang lebih lama.

Kemudian digunakanlah sistem pengkodean, dimana setiap barang dikodekan dalam sejumlah digit angka. Misalnya produk A mempunyai kode 00001, produk B mempunyai kode 00002, dan seterusnya. Hal ini mempercepat waktu pelayanan dibandingkan menggunakan nama barang. Kerugiannya adalah kesalahan 1 digit saja, akan menyebabkan kesalahan data. Sebagai contoh, kasir melakukan penjualan barang A. Saat memasukkan di komputer, seharusnya kasir memasukkan kode 00001. Namun karena suatu kelalaian yang dia masukkan adalah 00002.

exclaim Bisa dibayangkan terjadi kesalahan yang menyebabkan :

1. Pembeli dirugikan jika ternyata harga produk A sebenarnya lebih murah daripada produk B. Atau bisa-bisa perusahaan yang dirugikan jika terjadi sebaliknya.

2. Stok menjadi salah. Secara komputer, baik produk A maupun produk B akan mengalami selisih antara stok di komputer dan stok fisik.

question Sejarah Barcode

Perkembangan barcode sendiri dimulai dari tahun 1932, saat Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di sebuah perusahaan retail yang kemudian diikuti oleh perusahaan industri. Pada tahun 1948 sampai 1949 Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland mengembangkan teknologi barcode ini menjadi lebih baik. Sampai akhirnya di tahun 1952, mereka mendapatkan hak paten dari hasil penelitian tersebut. Penggunaan barcode untuk keperluan komersial dimulai sejak tahun 1966.

Gambar Barcode

Untuk membaca barcode ini diperlukan sebuah alat pembaca barcode atau barcode scanner dengan menggunakan sinar laser yang sensitif terhadap refleksi dari ketebalan garis, jarak atau ruang antar baris dan variasi lainnya. Data tersebut dibaca oleh barcode scanner yang kemudian ditranfer ke komputer untuk diolah lalu ditampilkan sebagai data yang terbaca oleh manusia.

Pada awalnya pembaca kode batang yaitu scanner atau pemindai dirancang dengan mengandalkan cahaya yang tetap dan satu photosensor yang secara manual digosokkan pada kode batang.

question Perkembangan Barcode Scanner

Barcode Scanner adalah salah satu perangkat penting yang digunakan untuk memindai/menscan kode dari barcode itu sendiri. Bentuk dari Barcode Scanner sendiri bermacam-macam tergantung dari kebutuhan penggunaannya.

Gambar Barcode Scanner

Dewasa ini, manusia telah mengembangkan suatu teknologi baru. Dimana kita bisa menggunakan ponsel kita sebagai Barcode Scanner untuk memindai kode. Akan tetapi kegunaannya sendiri masih terbatas pada OS Android, sedangkan untuk OS lainnya belum ada yang bisa memfungsikan Barcode Scanner.

Gambar Barcode Scanner Dalam Ponsel Android

Penggunaanya pun cukup mudah. Pertama, jalankan aplikasi Android Barcode Scanner, dan camera ponsel saat itu akan aktif dengan segera. Kemudian, dekatkan camera dengan salah satu produk (Atau box dari produk) yang memiliki barcode, maka dengan sendirinya camera akan mendeteksi kode produk. Atur jarak camera dengan produk sedemikian rupa sehingga barcode bisa terdeteksi dengan baik.

idea Keuntungan Penggunaan Barcode

1. Proses Input Data lebih cepat, karena : Barcode Scanner dapat membaca/merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.
2. Proses Input Data lebih tepat, karena : Teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
3. Penelusuran informasi data lebih akurat karena teknologi barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi.
4. Mengurangi biaya, karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang.
5. Peningkatan Kinerja Manajemen, karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.
6. Memiliki nilai tawar lebih tinggi/prestise serta kemampuan bersaing dengan saingan/kompetitor akan lebih terjaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: